STAFSUS MILENIAL PRESIDEN DALAM KAJIAN TEORI FOUCAULT

Illustrasi presiden Jokowi bersama ketujuh stafsus milenialnya

Pada tulisan kali ini saya tertarik membahas salah satu posisi yang diisi oleh milenial yaitu staf khusus presiden dengan pengkajian teori  dari salah satu sejarawan atau pemikir. Pemikir tersebut ialah Michel Foucault, Michel Foucault lahir pada tanggal 15 Oktober 1926 di Poiters, Prancis dengan nama Paul Michel Foucault. Ibunya bernama Anne Malapert, anak dari seorang dokter bedah. Ayahnya juga seorang ahli bedah sekaligus guru besar dalam bidang anatomi di sekolah kedokteran Poiters. Foucault kecil tumbuh dalam keluarga yang menerapkan pendidikan ketat, yang ternyata juga merupakan anti-klerikal. Keluarga yang cenderung menjaga nilai-nilai tradisi daripada nilai-nilai agama dalam pendidikan keluarga. Sekolah dasarnya ia tempuh di Lycee Henry IV dan College Saint Stanislas di Poiters. Ia selalu mendapat nilai terbaik (prix d’excellence) untuk pelajaran Sejarah Yunani, bahasa Latin, dan bahasa Yunani. 

Michel Foucault salah satu pemikir postmodernisme yang menyumbangkan ide dan pemikiran khas yang cukup berpengaruh dalam perkembangan pengetahuan manusia. Foucault menggunakan 2 (dua) metode dalam proses pemikirannya, yaitu arkeologi dan genealogi. Dengan dua metode tersebut ia hendak menjelajah the condition of possibility, dan berupaya memunculkan ide-ide. Foucault sangat tertarik menyelidiki hubungan antara kekuasaan dan pengetahuan. Tidak ada praktek pelaksanaan kekuasaan yang tidak memunculkan pengetahuan dan tidak ada pengetahuan yang di dalamnya tidak memandang relasi kuasa. Foucault menunjukan bagaimana individu modern lahir sebagai objek dan subjek dari penyebaran dan pengadaan jaring-jaring kuasa.

Adapun yang menjadi objek dari kajian teori Foucault yang ingin saya bahas ialah Staf khusus Presiden dengan jargon  "stafsus millenial". Stafsus millenial ini berjumlah 7 tujuh orang dari 13 kursi staf khusus presiden. Mereka adalah Putri Indahsari Tanjung, Adamas Belva Syah Devara, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, Andi Taufan Garuda Putra, dan Aminudin Ma'ruf. Presiden Jokowi memperkenalkan tujuh staf khusus baru ini di Beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11/2019). Staf khusus presiden diatur berdasarkan Pasal 17 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2012, guna memperlancar pelaksanaan tugas presiden, dan memberikan nasihat maupun ide-ide atas permintaan presiden.

Dalam teori yang dicetuskan Foucault terdapat metode arkeologi, yang dimana dimaksudkan arkeologi difokuskan untuk menyingkap suatu wilayah praktik diskursif, menemukan fakta diskontinuitas (ketidaksinambungan). Staf khusus presiden secara subtantif memang tidak mempunyai wewenang secara melembaga seperti kementrian yang dapat mengeksekusi program, dan dapat mengelola budget. Namun posisi sebagai staf khusus milenial sangat melekat fungsinya pada presiden yang bisa memberi pengaruh dengan ide dan masukan apa yang mereka sarankan kepada presiden. Salah satu kekuasaan staf khusus milenial ini ialah dapat memberikan masukan kepada presiden. Sekecil apapun kekuasaan bisa mempengaruhi kebijakan. Foucault mengakui bahwa ada sekian banyak kekuatan dan kuasa yang menyebar luas dalam relasi antar manusia. Kekuatan-kekuatan ini ditemukan dalam berbagai aspek relasi antar manusia, misalnya relasi antar manusia dengan manusia lain dan juga relasi manusia dengan lingkungan dan situasi mereka, dan lain-lain.

Baik ataupun burukya hasil dari ide atau masukan staf khusus presiden itulah hasil dari tugas kewenangannya. Berkaca pada teori Foucault tentang kekuasaan, menurut Foucault, kekuasaan lah yang selama ini menjustifikasi sesuatu itu benar atau salah. Kebenaran merupakan hasil dari kekuasaan dan pengetahuan itu sendiri. Kekuasaan menghasilkan kebenaran subyektif, karena melibatkan pengetahuan, maka kebenaran tersebut menjadi bersifat disipliner. Dari situ ia ingin menyimpulkan bahwa setiap masyarakat memiliki politik kebenarannya sendiri-sendiri. Sama halnya dengan staf khusus presiden, dimana hal tugasnya ialah memberikan masukan kepada presidenn, apa yang seorang stafsus milenial sarankan merupakan sebuah kebenaran baginya karena diperoleh dari pengetahuan. Kekuasaan tersebut beroperasi secara tak sadar dalam jaringan kesadaran masyarakat. Karena kekuasaan tidak datang dari luar tapi menentukan susunan, aturan-aturan, hubungan-hubungan itu dari dalam.

Foucault mendefinisikan ada empat domain dimana diskursus dianggap membahayakan, yakni: politik (kekuasaan), seksualitas (hasrat), kegilaan dan secara umum apa yang dianggap benar atau palsu. Jabatan staf khusus presiden bukan pertama kalinya ada di Indonesia, sudah ada sebelum presiden Jokowi. Dalam definisi jabatan diartikan pekerjaan (tugas) dalam pemerintahan atau organisasi yang menduduki suatu kekuasaan. Staf khusus presiden hanya merupakan beberapa orang terpilih yang dipilih langsung oleh presiden Jokowi. Staf khusus milenial ini banyak menuai kontroversi terkait latar belakang dari beberapa stafsus milenial tersebut. Beberapa dari stafsus milenial tersebut memiliki perusahaan besar diantaranya Adamas Belva Syah Devara pendiri Ruang Guru, Putri Tanjung CEO dan Founder Creativepreneur , Andi Taufan Garuda Putra CEO Amarta. Juga banyak yang menilai staf khusus milenial ini adalah privilege.

Terlepas dari kontroversi yang ada dalam masyarakat, ketujuh staf khusus tersebut perlu diakui mereka memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Hal tersebut yang menjadi pertimbangan presiden Jokowi untuk memilih staf khusus dari kalngan milenial. Agar dapat menciptakan ide-ide dan terobosan baru untuk memajukan Indonesia. Memiliki pendidikan yang tinggi itu berarti memiliki pengetahuan yang tinggi. Jabatan staf khusus milenial merupakan jabatan yang bisa mempengaruhi kebijakan presiden Jokowi dengan ide dan masukannya, Bagi Foucault kekuasaan selalu teraktualisasi lewat pengetahuan, dan pengetahuan selalu punya efek kuasa. Penyelenggaraan pengetahuan menurut Foucault selau memproduksi pengetahuan sebagai basis kekuasaan. Karena setiap kekuasaan disusun, dimapankan, dan diwujudkan lewat pengetahuan dan wacana tertentu. Wacana tertentu menghasilkan kebenaran dan pengetahuan tertentu, yang menimbulkan efek kuasa.

Namun, belakangan ini dua orang dari tujuh stafsus milenial tersebut memilih untuk mundur dari jabatannya. Dia adalah Adamas Belva Syah Devara, dan Andi Taufan Garuda Putra. Belva mengundurkan diri lantaran dia tidak ingin ada polemik yang bermunculan di masyarakat yang berkepanjangan terkait polemik perusahaannya Skill Academy by ruang guru sebagai salah satu mitra kartu Prakerja. Sementara Andi Taufan mengundurkan diri terkait dugaan maladministrasi yang dilakukannya dengan mengeluarkan surat kepada camat di seluruh Indonesia menggunakan kop surat Sekretaris Kabinet  agar mendukung relawan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) dalam menangani penyebaran Covid-19.

Foucault menampilkan suatu perspektif kekuasaan secara baru. Menurut Foucault, kekuasaan bukanlah sesuatu yang hanya dikuasai oleh negara, sesuatu yang dapat diukur. Kekuasaan bagi dia ada di mana-mana, karena kekuasaan merupakan satu dimensi dari relasi. Artinya, di mana ada relasi, di sana ada kekuasaan. Di sinilah letak kekhasan Foucault. Dia tidak menguraikan apa itu kuasa, tetapi bagaimana kuasa itu berfungsi pada bidang tertentu. Staf khusus presiden tidak memiliki makna kekuasaan yang besar namun jika staf khusus menjalankan wewenang (kuasanya) dapat mempengaruhi kebijakan tertentu. Jadi bagi Foucault wacana dapat menimbulkan kebenaran dan pengetahuan. Pengetahuan menimbulkan efek kuasa atau menciptakan kekuasaan. Kekuasaan mendorong munculnya pengetahuan. Tidak ada pengetahuan tanpa kekuasaan dan tidak ada kekuasaan tanpa pengetahuan. Keduanya adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

Demikian dari sudut pandang saya dalam mengkaji teori pemikiran Michel Foucault mengenai staf khusus presiden dari kalangan mienial tersebut.




Akhirul kalam,
Wassalam

Referensi:

Umanailo, M. Chairul Basrun. PEMIKIRAN MICHEL FOUCAULT. 2019.

Mudhoffir, A. M.Teori Kekuasaan Michel Foucault: Tantangan bagi Sosiologi Politik. 2014. Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 75-100.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DARI PHK BERUJUNG KEMISKINAN