DARI PHK BERUJUNG KEMISKINAN



Illustrasi Gambar PHK akibat pandemi Covid-19.

Indonesia merupakan salah satu negara dari 210 negara yang terjangkit virus corona atau covid-19. Virus yang pertama kali tersebar di Wuhan, China ini memiliki impact yang sangat besar bagi manusia hingga dunia. Covid-19 yang menyerang sistem pernapasan manusia ini membutuhkan penanganan ekstra untuk orang yang terjangkit dengan serius. Virus ini hanya dapat tersebar dari manusia ke manusia dan melalui benda ke manusia, meskipun virus ini berasal dari hewan.

Hingga Rabu (29/4/2020) jumlah pasien covid-19 di Indonesia tercatat 9.771 kasus positif. Dari total kasus tersebut yang sudah sembuh 1.391 orang, dan 784 orang meninggal. Persebarannya yang sangat cepat membuat kepanikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Maka dalam hal tersebut pemerintah memberlakukan pembatasan sosial di masyarakat. Masyarakat pun mau tidak mau ikut melakukan Social Distancing. Virus yang mematikan ini menjadi ketakutan tersendiri untuk beberapa orang dan pandemi ini juga mengancam perekonomian di Indonesia.

Dalam menghadapi pandemi ini banyak kegiatan perekonomian lumpuh, dari level toko hingga level perusahaan banyak yang hampir gulung tikar. Situasi yang mencekam yang terjadi hingga hampir 85% tenaga kerja mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaannya. Kementrian Ketenagakerjaan mencatatat, terdapat lebih dari 2 juta tenaga kerja yang terkena aksi PHK akibat persebaran wabah virus Covid-19. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan angka yang sangat tinggi menambah daftar catatan pengangguran di Indonesia.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal sangat disayangkan dimana Indonesia saat ini masih memiliki angka kemiskinan 9,22% orang miskin. Selebihnya mereka masuk dalam daftar lapisan menengah dan kaya. Dalam situasi yang kian hari kian menurun pertumbuhan ekonomi yang rendah dapat berpeluang tidak ada angkatan kerja baru. Hal tersebut memicu masyarakat lapisan menengah yang terkena PHK berpeluang turun menjadi miskin. 

Upaya pemerintah melakukan pembatasan sosial sangat berdampak pada lingkungan pekerjaan terutama pada sektor pabrik. Tenaga kerja yang kebanyakan hanya memiliki satu pekerjaan dan tidak ada penghasilan yang lain. Kondisi tersebut menjadi beban dengan kondisi hidupnya yang tidak menentu dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Mereka yang bergantung pada pendapatan harian, yang pada kenyataannya terkena  Pemutusan hubungan kerja (PHK)bukanlah permasalahan yang simple.

Bagi para tenaga kerja pandemi Covid-19 ini bukan hanya permasalahan yang mengancam kesehatan namun pandemi ini memberikan dampak ganda. Dimana kerentanan dalam ekonomi pula menjadi dampak bagi tenaga kerja. 

Permasalahan ekonomi ditengah permasalahan kesehatan mengancam menjadi tekanan keterpakasaan bagi mereka yang harus bekerja demi sesuap nasi untuk keluarga mereka. Mereka akan cenderung memiliki potensi yang lebih besar tertular virus covid-19 bagi mereka yang masih memaksakan bekerja di tengah pandemi ini.

Yah, pada kenyataannya dampak covid-19 membuat para pekerjalah sebagai kelompok sosial yang sangat merasakan dampaknya. Apalagi bagi tenaga kerja yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke bawah. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)  dapat memicu gelombang PHK semakin besar. di tengah pandemi ini. Banyak dari mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak tau harus berbuat apa. Mereka juga tidak dapat pulang ke kampung halaman dikarenakan pemberlakuan larangan mudik untuk saat ini. Adapula dari mereka yang sudah tidak bisa makan dikarenakan korban PHK perusahaan.

Pemerintah yang melihat permasalahan ini harus memberi solusi serta kemudahan bagi yang terdampak covid-19 akibat pemberlakuan PSBB ini. Salah satu langkah besar yang dilakukan pemerintah ialah menggencarkan program kartu Pra Kerja.

Program kartu pra kerja merupakan program Jokowi dimasa kampanye. Kartu pra-kerja adalah sebuah kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia yang belum memiliki keterampilan. Pendapatan dari kartu pra kerja tersebut sebesar 3,5 juta dengan pembagiannya peserta akan diberikan uang saku Rp 2,4 juta atau Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan. Kemudian Rp 1 juta di antaranya akan dialokasikan untuk pelatihan. Terakhir Rp 150 ribu akan diberikan sebagai insentif usai pelatihan selama 3 bulan.

Namun, jika disaat kondisi yang seperti ini pembagian uang dari kartu pra kerja tersebut kurang efektif. Dimana tingkat kebutuhan hidup saat ini meningkat. Banyak dari mereka penerima kartu pra kerja ingin biaya pelatihan kerja dinolkan saja dan dapat dialihkan menjadi dana bulanan bagi para penerima. Hitung-hitung untuk pengganti gaji. Pemerintah seharusnya lebih peka terhadap permasalahan-permasalahan yang mencekam seperti ini. 

Dikutip dari detik.com "Jumlah itu saja disebut masih jauh dari standar, secara rata-rata menurut Timboel, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan di tahun 2019 konsumsi rata-rata masyarakat Indonesia mencapai Rp 11,3 juta per tahun. Menurutnya, sebulan rata-rata masyarakat menghabiskan Rp 941 ribuan". Jelas uang saku yang diberikan pemerintah tidak akan cukup jika hanya Rp. 600 ribu per bulan. Apalagi jika penerima memiliki anggota keluarga yang harus dipenuhi kebutuhan hidupnya. 

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sangat berdampak pada keberlangsungan hidup seseorang yang bergantung pada pekerjaan. Angka kemiskinan akan semakin bertambah ketika pandemi ini masih terus berlanjut dan tidak mendapatkan penanganan yang baik. 

Ada ekonomi dan nyawa yang menjadi keterancaman bangsa. Kita pula tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan menyebar. Upaya demi upaya yang dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 dilakukan. Dampak demi dampak diterjang demi niat terciptanya suatu kehidupan yang layak di tengah pandemi covid-19 ini. Mari bahu membahu melewati pandemi ini.



Selamat dan semangat menjalankan ibadah puasa...
Akhirul Kalam.
Wassalam.

Komentar

  1. Kini pemerintah harus benar-benar memutar otak karena dampak PHK dan pandemi ini, maka dari itu di sinilah di uji cara kerja para pemerintah untuk menangani pandemi dan masyarakat yang berada pada strata bawah. Salah satu solusinya yaitu kartu pra kerja, tetapi jika tidak cepat dan efektif, maka itupun akan berdampak juga pada masyarakat. Kemungkinan masyarakat strata bawah mengalami kelaparan sehingga, berakibat fatal dan ujung-ujungnya melakukan penjarahan. Bagaimanakah agar pemerintah benar-benar memberikan solusi dan cara bagi masyarakat yg di PHK dan masyarakat yang berada pada strata bawah, agar tidak menambah jumlah kemiskinan di Indoneisia dan kelangsungan hidup masyarakat dapat terjamin?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemerintah sudah memberikan solusi berupa kartu pra kerja yang menjadi peluang masyarakat pengangguran. upah dari kartu pra kerja tersebut dapat digunakan sementara untuk kebutuhan hidup. Namun, hal tersebut bukanlah hal yang sudah efektif menekan aangka kemiskinan. Hal yang paling penting dilakukan pemerintah adalah menekan penyebaran rantai covid-19 ini agar tidak ada lagi korban2 yang melonjak tinggi, dalam menekan penyebaran rantai Covid-19 ini kita dapat membantu pemerintah dalam penanganannya dengan mengikuti anjuran pemerintah yang diterapkan. Ketika kita berhasil menekan angka penyebaran covid-19 ini, Indonesia akan kembali pulih dan kita dapat menangani permasalahan dengan bijak.

      Hapus
  2. Sungguh karangan yang sangat menarik dan patut di beri apresiasi..
    Saya fokus pada pemutusan hubungan kerja saja menurut yang saya ketahui ini adalah proses seperti pemberhentian kerja atas suatu industri atau perusahaan. Sangat baik dan masuk akal tindakan yang di ambil oleh pemerintah yang tak lain untuk memutus rantai penyebaran coronavirus. Keputusan ini pasti saja bukan hanya keputusan semenamena sebelum keputusan di keluarkan pasti ada pertimbangan2 berat yang telah di lakukan. ini juga akan melahirkan dampak2 baik maupun buruk sebagiannya telah di paparkan di karangan di atas. Disini saya ingin sedikit menambah wawasan dengan memberikan sedikit pertanyaan yang sekiranya bisa di jawab oleh narasumber yaitu bagaimana nasib kerja para pekerja yang terkena phk tersebut selain kartu pra kerja apakah setelah masalah c19 ini usai (Aamiin🙏) ada kah tindakan lain yang di berikan pemerintah seperti jaminan pekerjaan kembali atau tindakan lainnya?. Kalau tidak bagaimana nasib mereka jika hanya tergantung pada kartu pra kerja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas apresiasinya... terkait bagaimana dan apa yang terjadi kedepannya ketika keadaan sudah pulih dan segalanya kembali ditata lebih baik. Contoh saja seperti ini, ketika pandemi ini berakhir, banyak perusahaan-perusahaan yang ingin bangkit kembali dan bisa lebih maju. Hal tersebut dapat menjadi patokan kita berharap kedepannya agar korban PHK mendapatkan lowongannya kembali mengisi pekerjaan di perusahaan tertentu. Untuk hal yang dapat dilakukan pemerintah adalah menyediakan lapangan kerja dengan baik dan secara meluas sebagai realisasi dari program kartu pra kerja yang sebagian upahnya digunakan untuk pelatian kerja.

      Hapus
  3. kekacauan akibat bencana merupakan hal yang amat niscaya, ketabahan akan menjadi solusi yang amat berguna. Proyeksi dampak dari wabah pandemi kian hari akan makin menjadi, Pemerintah selalu memberikan gerakan dangan harapan itu akan berguna bagi publik. agak di sayangkan memang kebijakan tentang pembatasan di tambah tagar di rumah saja membawa dampak yang mempengaruhi aktifitas ekonomi yang di tandai dengan turunnya produksi yang berdampak pada PHK yang nampaknya sulit terkendali. menyikapi peristiwa ini maka tidak ada pihak yang dapat di persalahkan, pertimbangan potensi kerusakan mungkin akan semakin besar dan dapat menggangu sektor yang lebih sentral menjadikan kebijakan di rumah saja perlu di taati akan bijak kalau kita dapat menyikapi masa ini sebagai masa untuk menjadi lebih kreatif dan berkreasi sehingga tidak kehilangan produktifitas.

    kita hanya perlu bertahan sebentar lagi dan menjadi kuat untuk waktu yang sedikit lebih lama karna setelah masa pandemi kita akan keluar dan menampilkan produktitas yang lebih dari hari kemarin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas tanggapan dan tambahan wawasannya. Betul sekali, kita harus bertahan dan berusaha sebaik mungkin agar pandemi ini dapat kita lewati dengan cepat. Hal tersebut dapat membantu Indonesia bangkit dan pulih kembali bahkan bisa menjadi negara yang semakin baik.

      Hapus
  4. Saya sangat setuju, dengan apa yang dikatakan saudari bahwa permasalahan terbesar yang dihadapi oleh negara kita sekarang adalah ekonomi dan kesehatan(Pandemi Covid-19).Pemberhentian Hak Kerja(PHK) yang dilakukan oleh perusahaan betul2 sangat merugikan pekerja yang cuma berharap mendapatkan upah dari perusahaan tersebut.Tapi perlu saudari ketahui bahwa, PHK itu merupakan strategi perusahaan agar perusahaannya bisa tetap berjalan dan tidak vailid.Jadi menurut saya kasus ini ibarat dua sisi mata koin.Disisi lain pekerja yang diPHK akan sangat dirugikan mengingat itulah satu-satunya mata pencahariannya, disisi lain juga perusahaan terpaksa melakukan PHK besar-besaran demi menjaga perusahaannya agar tidak bangkrut.Saya berikan sedikit rahasia perusahaan, Bahwa pegawai yg diPHK itu biasanya pegawai yang trek rekor nya kurang baik di perusahaan,dan kurang berkomunikasi dengan atasan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasihh atas tanggapannya dan wawasan tambahannya. Saya setuju dengan pendapat anda mengenai PHK merupakan strategi perusahaan agar bisa tetap berjalan. Tidak ada yang bisa disalahkan dalam kasus tersebut, karena kedua pihak memang sudah merasakan dampak dari covid-19 tersebut. Jadi, apa boleh buat ketika seorang pekerja protes ketika terkena PHK massal. dirkarenakan kondisi pandemi ini belum bisa tertangani dengan baik dan cepat.

      Hapus
  5. Covid 19,virus yang tak terlihat oleh kasatmata membuat ribuan bahkan jutaan manusia merasa resah akan keberadaannya di muka bumi.Dari fenomona tersebut muncul berbagai permasalahan sosial dan ekonomi yang mengancam dunia terutama di negeri kita sendiri,salah satu contohnya perusahaan maupun industri melakukan PHK secara besar²ran,sehingga hal tersebut memunculkan lagi permalahan baru yaitu angka pengangguran yang semakin meningkat.
    Dari hal tersebut otomatis para pangangguran ini tidak mungkin hnyak tinggal diam dirumah menunggu uang jatuh dari langit,sehingga mereka memberanikan diri melanggar himbangun² pemerintah karena menurut mereka lebih baik mati karena virus daripada harus mati karena kelaparan.
    Jadi dari beberapa penjelasan di atas,jika seandainya anda seorang pemerintah ,apa langkah yang anda lakukan dari berbagai permasalahan tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih.. Memang Sungguh sangat memilukan kondisi saat ini sehingga kita samar dengan yang mana tindakan yang benar. Namun sadikit saya sanggah kita mungkin kehilangan pekerjaan tapi dapat menyelamatkan nyawa, Pekerjaan bisa dicari tapi hidup hanya sekali.

      Mengenai tentang penjelasan anda yang saya dapat lakukan memenuhi kebutukan pokok pangan masyarakat yang terdampak. dan juga melakukan pembatasan sosial. Hal tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan pemerintah dalam membantu masyarakatnya

      Hapus
  6. Terimah kasih atas jawabannya,di pahami🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

STAFSUS MILENIAL PRESIDEN DALAM KAJIAN TEORI FOUCAULT